Uncategorized

Tips Investasi Bisnis fotografi oleh @doddybening

Tips ini saya peroleh dari Kultwit mas @doddybening CEO Bening Photograpy yang berlangsung pada 25 Oktober 2012. Begini Ceritanya:

Agar belanja / investasi alat-alat fotografi anda efisien untuk mengmenghasilkan profit bisnis yang besar, maka Profit = Omzet – (investasi + biaya) , intinya dalam bisnis, uang yang anda investasikan harus mengmenghasilkan uang yang lebih besar atau untung. Banyak alat fotografi yang bagus-bagus dijual, tapi mana yang sesuai dengan kebutuhan bisnis agar mengmenghasilkan profit optimal ? Saya banyak belajar dari kesalahan bisnis masa lalu, saya tidak ingin itu terjadi pada anda sekalian.

Pertama-tama tentukan dulu pangsa pasar anda (low,medium,or premium) sesuaikan dengan skills dan budget anda. Idealnya dan paling mudah, bisnis harus dimulai dari yang kecil dulu dengan visi “Think Big, Start Small, Move Fast” tahu kan maksudnya? Mulai layani pangsa low dan medium dulu, di fotografi, paling mudah awali sebagai wedding fotografer dulu, karena balik modalnya cepat. Dunia wedding itu lahan “basah” dan paling mudah dan cepat cari ordernya. Sekedar info, ada teman yang dalam satu bulan bisa melayani 80 order motret wedding! meskipun itu segmen low end, tapi bisa terbayang kan basahnya? Caranya yaitu kerjasama dengan Banyak perias (wedding organizer) harga memang miring banget, tapi karena faktor X (kali), profit juga akhirnya gede.

Bisnis itu pilihan, mau order gede tapi jarang atau mau order kecil-kecil tapi sering (faktor “kali”), terserah anda,semuanya benar. Kalau saya? whehehe..badan saya bisa remuk layani 80 klien sebulan. Saya suka order (super) gede tapi jarang-jarang. Caranya yaitu cari order (super) gede. Siapkan portfolio-portfolio premium, gabung komunitas-komunitas besar lalu layani corporate dan public figure.

Sekarang era-nya kemasan, seringkali produk tidak perlu terlalu bagus, tapi yang penting kemasannya “eye catching“, nah aneh kan? Ada teman fotografer yang kualitas foto ehm..tidak terlalu istimewa,tapi paket weddingnya lebih Rp.10jt hanya untuk memotret beberapa jam saja. Caranya dengan mencetak foto-fotonya di album magazine yang super istimewa dan tampilan-tampilan kemasannya bagus-bagus, walau foto-fotonya standar saja. Corporate: segmen premium yang potensinya besar. Jika sudah terlatih di pasar low dan medium, peluang besar menanti di pasar premium.

Sekarang kita ke teknis, apa-apa saja yang harus dibeli dengan budget minim tapi menghasilkan profit optimal? Saya awali dengan kisah saya: Dulu 2004 modal Rp.25jt saya hanya bisa untuk membeli 1 DSLR EOS 20D +1 lensa +2 lampu studio + payung + tripod-tripod nya. Tapi Sekarang dengan nominal yang sama bisa beli 2 DSLR EOS 1100D + lensa + tas + asesoris lengkap! laptop i5, 2 speedlite, 4 titik lampu studio lengkap.

Saya review dulu tentang merek-merek dan type kamera yang menguntungkan untuk awali bisnis fotografi, mulai dari rekomendasi Canon vs Nikon. Kenapa saya rekomendasi Canon dan Nikon, karena sudah Banyak yang punya (untuk pinjam-pinjaman asesoris) dan asesoris-asesoris tersedia luas (banyak yang jual) . Pinjam-pinjaman asesoris adalah solusi untuk hemat biaya investasi, mudahnya cari asesoris yang tersedia banyak dipasar juga hemat waktu dan uang. Pilih salah satu: Canon/Nikon jangan dua-duanya, karena hal tersebut sangat tidak efisien, asesoris-asesoris (lensa,flash dll) tidak bisa saling pakai.

Awali invest dengan DSLR low end spt Canon EOS 1100D yang bisa dignakan menghasilkan foto2 yang sgt profesional. Tgl lengkapi lensa2nya. Urut-urutan Rasio price/performance terbaik untuk awali bisnis: Canon EOS 1100D, EOS 600D, Nikon D7000, EOS 5D Mark II, Nikon D3x.Tinggal sesuaikan berapa budget anda? dan teman-teman anda rata-rata punya merk apa (Canon atau Nikon) ? Bagaimana yang beli merek lain? tidak apa-apa,selama itu DSLR latih skills dengan alat tersebut dan jika bisnis berkembang, siap-siap ganti ke Canon/Nikon. Karena pada dasarnya cara kerja semua DSLR (apapun merknya) itu sama, hanya menu dan letak tombol-tombolnya saja yang beda.

Berapa modal minim untuk jalankan bisnis fotografi? NOL! Alat-alat bisa sewa, cetak dan editing serahkan rekan. All cost dari uang muka.  Jika ada yang membeli,apa yang harus didahulukan? DSLR+flash ext. Lensa kit rata-rata sudah menghasilkan foto istimewa,yang jadi masalah adalah daya tahan. Perlu saya ingatkan, untuk bisnis, anda harus beli alat-alat yang perbandingan price / performance-nya punya nilai terbaik.  NIkon: d7000+SB700 , Canon: EOS 1100D+Speedlite 430EX Kalau ada budget, selain Kit, lensa apalagi yang harus dibeli? Lensa “All Around” 18-200mm (Nikon/Canon berlaku sama). Lalu lensa apalagi ? 50mm f/1,8 –> lensa close-up murah meriah yang menghasilkan foto istimewa yang layak jual harga tinggi Itu tadi saran daftar belanja DSLR+asesoris Canon dan Nikon yang orientasi pada budget.

Saat budget terbatas, jangan berpikir buat studio dulu,karena biayanya gede. Dulu saya butuh 4 tahun baru punya studio, karena nabung dulu. Tapi sejak 2004 saya sudah punya 2 set lampu studio yang saya pakai untuk motret wedding di gedung (mengarah ke pelaminan) Kadang lampu studio itu saya pakai motret di garasi (kantor dan studio saya sebelum 2008). Berikut link-link rekomendasi belanja alat fotografi murah, Jakarta Photography Center, Photo.Secret.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s