Human Resources

Terampil Berbicara, itu penting juga

Komunikasi erat kaitannya dengan bicara, mengeluarkan kata-kata dari otak melalui mulut kita. Berbicara memang mudah, bahkan sejak balita kita sudah dilatih untuk berkata-kata. Melatih seorang balita bicara, dilakukan dengan mengucapkan sesuatu, agar iya menirunya. Saya pernah terkesan dengan seorang anak kecil yang pandai berbahasa Inggris secara lisan, hal tersebut karena anak itu dilatih bicara menggunakan bahasa Inggis secara intensif, tetapi anak tersebut terbatah-batah ketika bicara menggunakan bahasa Indonesia.

bicara empat mataSekedar bisa berbicara, belum bisa dikatakan terampil berbicara. Berbicara itu melibatkan orang lain, baik pembicaraan empat mata, bicara di forum/kelompok, ataupun bahkan bicara ke publik, yang dikenal Publik speaking. Keterampilan berbicara adalah kemampuan kita menyampaikan pesan/materi kepada orang lain secara jelas dan efektif, salah satu indikatornya yaitu apa yang kita sampaikan bisa dipahami sama oleh orang lain. Ada 3 tujuan orang berbicara.

  1. Memberikan Informasi
  2. Persuasi atau mempengaruhi orang lain agar menerima ajakan kita
  3. Menghibur

    Ketiga komponen tersebut bisa terjadi dalam pembicaraan satu waktu. Jadi berselingan, bisa jadi ada yang lebih dominan. Berikut ini beberapa terapan keterampilan dalam berbicara:

– Keterampilan presentasi,
Presentasi adalah menyampaikan pesan/materi di hadapan orang beberapa orang. Presentasi yang bagus berkaitan dengan kualitas, kejelasan, dan efektifitasnya.

– Membina hubungan
Orang yang mudah bergaul biasa terampil berbicara dengan orang lain. Bisa mengatasi hambatan komunikasi, yaitu kurang percaya diri.

– Mendengarkan
Seakan-akan mendengar merupakan lawan kata bicara, tetapi dengan menjadi pendengar yang baik, kita bisa memahami orang lain sehingga menentukan cara komunikasi terbaik dengannya.

– Negosiasi
Merupakan kemampuan untuk berkomunikasi secara profesional untuk mendapatkan peluang baru, menemukan solusi baru, menyelesaikan perselisihan, menyepakati program tindakan, tawar-menawar, atau menciptakan hasil yang memuaskan kepentingan semua orang.

– Mengatasi konflik
Menganggapi konflik dengan meredam emosi, sehingga bisa menyelesaikan sengketa atau konflik dimana semua pihak akan puas dengan hasilnya, bisa dilakukan dengan memahami keterampilan berbicara.

Dan masih banyak lagi manfaat terapan keterampilan bicara yang berguna bagi karir kita, maupun usaha yang kita rintis.

Dengan berbicara kita bisa menghindari prasangka
Daripada “merasani” orang lain dibelakang, lebih baik bicaralah yang baik padanya, atau do’akan yang baik saja.

Referensi:
ProjectManagementDocs.com
dailymindfulness.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s